Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menerima audiensi empat Anggota DPRD Kabupaten Kupang di Kantor Kemensos, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut Agus Jabo mendorong legislatif bersama pemerintah daerah setempat untuk menggencarkan gerakan perlindungan sosial (Perlinsos) digital dan program pemberdayaan masyarakat.
Adapun empat Anggota DPRD Kabupaten Kupang yang hadir dalam audiensi tersebut, yakni Abi Yerusa Sobeukum (Ira Sobeukum), Obeth Laha, Arnolus Mooy, dan Salomiel Arnius Buraen.
"Tolong disampaikan nanti ke bupati sama Dinsos-nya, di Kabupaten Kupang harus ada gerakan Perlinsos, namanya perlindungan sosial," kata Agus Jabo dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Perlinsos merupakan upaya digitalisasi bansos yang dilakukan pemerintah agar meningkatkan akurasi data dan ketepatan ketepatan sasaran penerima manfaat. Transformasi ini ditandai dengan keterbukaan data, pemutakhiran identitas penerima manfaat melalui teknologi biometrik, serta penguatan kolaborasi antarkementerian dan lembaga.
Agus Jabo menjelaskan, keterbukaan tersebut dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola data yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan demikian, masyarakat dapat turut mengawasi kualitas data, termasuk memberi masukan atau sanggahan jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.
Selain keterbukaan data, Agus Jabo menjelaskan transformasi juga dilakukan melalui registrasi ulang seluruh penerima manfaat dengan memperkuat proses verifikasi identitas. Sebelumnya, pendataan mengandalkan prinsip by name by address atau berdasarkan nama dan alamat penerima manfaat.
Namun, melalui digitalisasi yang kini sedang dilakukan pemerintah, sistem tersebut dilengkapi dengan teknologi biometrik melalui pengenalan wajah (face recognition). Penambahan verifikasi biometrik menjadi perubahan penting untuk memastikan bantuan diterima oleh individu yang benar-benar terdaftar sebagai penerima manfaat. Sebab, dalam sistem sebelumnya, masih ditemukan kemungkinan penyerahan bantuan tidak tepat sasaran.
"Jadi semua by system dan kita berharap dengan adanya digitalisasi data bansos ini, sasaran (penerima bantuan) bisa tepat, datanya juga akurat," jelas Agus Jabo.
Lebih lanjut, Agus Jabo juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Ia menyebut hal ini penting agar masyarakat mandiri secara ekonomi melalui bantuan modal usaha dan pendampingan.
"Nanti diusulkan oleh Pemda-nya, bupatinya, supaya masyarakat dapat PPSE. Nanti ada pendampingan, ada pelatihan. Mereka kita kasih ini," ungkapnya.
Selain itu, Agus Jabo juga mendorong pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di wilayah-wilayah rawan bencana alam. Tujuannya untuk mempercepat penyaluran bantuan logistik, jika terjadi bencana.
"Kalau KSB nanti dibentuk di Kabupaten Kupang, cari titik-titik yang memang sering terjadi bencana di sana. Supaya kalau ada sesuatu, cepat kita ngasih makan, cepat kita ngasih logistik," ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Salomiel Arnius Buraen berterima kasih kepada Agus Jabo yang bersedia berdiskusi dengan mengenai kondisi di Kabupaten Kupang. Seluruh hasil diskusi tersebut, kata dia, bakal disampaikan ke jajaran eksekutif atau pemkab.
"Terima kasih untuk respons baiknya. Tentu semua pikiran, masukan yang sudah disampaikan, setelah kita kembali (ke Kabupaten Kupang), kita rembuk dengan pemerintah. Kita siapkan data-data yang diperlukan," tutur Salomiel.