Jakarta (ANTARA) -
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan menyatakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Zona 1 Pluit di Kecamatan Pluit, Jakarta Utara, diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Kami dari Pemerintah Kota Jakarta Utara mendukung pembangunan fasilitas IPAL ini,” kata Fredy Setiawan setelah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono ke lokasi proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Zona 1 Pluit, Jakarta Utara, Kamis.
Ia berharap proyek ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, mulai dari pengelolaan air limbah, menjaga lingkungan dan mendukung ketersediaan air bersih.
Menurut Fredy, pengelolaan air limbah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga perkotaan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau perkembangan pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pembangunan JSDP merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Jepang yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan air limbah sekaligus mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
AHY menyampaikan pembangunan fasilitas IPAL memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan air limbah rumah tangga dan industri di kawasan perkotaan yang padat penduduk.
Menurut dia, limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Karena itu, keberadaan fasilitas pengolahan air limbah menjadi salah satu kebutuhan penting bagi kota besar seperti Jakarta.
Pembangunan IPAL Zona 1 Pluit menelan anggaran sekitar Rp7,7 triliun dengan progres pembangunan yang telah mencapai kurang lebih 76 persen.
Proyek tersebut ditargetkan selesai pada September 2027 dan diproyeksikan dapat melayani sekitar satu juta penduduk atau 220 ribu rumah tangga di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.
Agus menambahkan pembangunan fasilitas ini juga harus didukung dengan jaringan perpipaan agar pengelolaan air limbah dapat berjalan optimal.
Air hasil pengolahan nantinya akan dialirkan ke Waduk Pluit dengan kapasitas sekitar 3.000 liter per detik.
"Ini merupakan infrastruktur dasar yang memang dibutuhkan masyarakat, khususnya terkait air bersih. Pengelolaannya harus dilakukan secara modern agar memberikan dampak langsung bagi warga," kata dia.
Pembangunan IPAL Zona 1 Pluit menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat infrastruktur dasar di Jakarta.
Dengan pengelolaan air limbah yang lebih baik, kualitas lingkungan diharapkan semakin terjaga dan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi secara berkelanjutan.