Sebuah gedung pencakar langit di pusat Kota London, Inggris, pernah membuat pemilik mobil kebingungan. Bukan karena tertimpa material bangunan, melainkan karena bagian mobilnya meleleh akibat pantulan sinar Matahari dari gedung tersebut.
Bangunan bernama 20 Fenchurch Street itu lebih dikenal dengan julukan The Walkie-Talkie karena bentuknya menyerupai perangkat komunikasi genggam. Namun, pada 2013, gedung setinggi 37 lantai tersebut mendapat julukan lain, yakni Walkie-Scorchie dan Fryscraper, setelah pantulan cahaya Matahari dari permukaan kacanya menyebabkan sejumlah kerusakan di area sekitarnya.
Dikutip dari IFLScience, salah satu laporan awal muncul ketika seorang pemilik mobil Jaguar mengeluhkan kendaraannya yang mengalami kerusakan dan perubahan bentuk pada sejumlah bagian setelah diparkir di jalan dekat gedung tersebut.
Tidak hanya mobil, sejumlah laporan lain menyebut karpet toko sempat terbakar, cat kendaraan melepuh, hingga permukaan benda-benda di sekitar bangunan mengalami kerusakan akibat panas.
Penyebabnya ternyata berasal dari desain fasad gedung. Bentuk permukaan bangunan yang cekung dan dilapisi kaca reflektif bekerja seperti cermin cekung raksasa yang memusatkan sinar Matahari ke satu area di seberang jalan.
Dalam ilmu fisika, cermin cekung memiliki kemampuan memantulkan dan memusatkan sinar cahaya menuju titik fokus. Prinsip serupa dapat ditemukan pada kaca pembesar yang digunakan untuk memusatkan sinar Matahari hingga mampu membakar benda tertentu.
Pada kasus The Walkie-Talkie, bentuk melengkung fasad bagian selatan bangunan membuat pantulan cahaya Matahari terkonsentrasi di beberapa titik jalan di sekitarnya. Akibatnya, intensitas energi panas yang diterima area tersebut meningkat jauh dibandingkan paparan sinar Matahari langsung.
Arsitek bangunan tersebut, Rafael Vinoly, mengakui bahwa persoalan pantulan sinar Matahari sebenarnya sudah pernah diperkirakan. "Saya tahu ini akan terjadi," ujarnya dalam wawancara dengan The Guardian pada 2013.
Vinoly menjelaskan bahwa desain awal bangunan sebenarnya dilengkapi sun louvres atau kisi-kisi peneduh horizontal pada bagian fasad yang menghadap selatan. Namun, elemen tersebut diduga dihilangkan selama proses pengembangan proyek karena pertimbangan pemangkasan biaya.
Ia juga mengakui bahwa perkiraan awal suhu yang dihasilkan pantulan cahaya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Saat hal ini terdeteksi pada iterasi desain kedua, kami memperkirakan suhunya akan mencapai sekitar 36 derajat. Namun, ternyata suhunya lebih mendekati 72 derajat," kata Vinoly.
Fenomena tersebut kemudian diteliti lebih lanjut oleh tim ilmuwan melalui simulasi komputer. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Building Performance Simulation pada 2017 itu menganalisis bagaimana sinar Matahari dipantulkan oleh permukaan cekung gedung dan menghasilkan konsentrasi panas. Hasil simulasi menunjukkan bahwa panas yang terkumpul di titik tertentu memang cukup tinggi untuk merusak komponen kendaraan.
"Ditemukan melalui simulasi bahwa kaca spion samping mobil secara efektif dapat meleleh akibat paparan titik panas tersebut, dengan suhu yang jauh melampaui titik leleh plastik selama periode hingga satu jam," kata para ilmuwan dalam penelitian tersebut.
Tim peneliti juga menemukan bahwa fluks panas atau laju energi panas yang diterima suatu permukaan di titik konsentrasi cahaya mencapai 10-15 kali lebih besar dibandingkan radiasi Matahari langsung.
"Studi ini menguatkan hipotesis bahwa fasad selatan gedung Walkie-Talkie yang berbentuk cekung dapat menyebabkan melelehnya bagian plastik mobil yang diparkir di permukaan jalan tepat di seberang bangunan," demikian kesimpulan para peneliti.
Bahkan, berdasarkan hasil simulasi, fluks panas di lokasi tersebut dapat melampaui 4.100 watt per meter persegi. Setelah berbagai insiden terjadi, pengelola gedung melakukan langkah penanganan. Awalnya, sebuah struktur penutup sementara dipasang untuk menghalangi pantulan sinar Matahari yang terkonsentrasi ke jalan.
Solusi permanen kemudian diterapkan pada 2014 dengan memasang brise soleil atau sirip peneduh aluminium pada bagian fasad bangunan. Kasus The Walkie-Talkie menjadi contoh bahwa desain bangunan tidak hanya harus mempertimbangkan kekuatan struktur, estetika, dan efisiensi energi.
Interaksi antara material bangunan, bentuk permukaan, serta posisi Matahari juga perlu diperhitungkan. Sebab, pantulan cahaya yang terlihat biasa saja dari sebuah gedung ternyata bisa berubah menjadi sumber panas ekstrem ketika terkonsentrasi pada satu titik.