Medali perak yang diraih Asael Christo Jacob Rondonuwu di Youth Olympic Games 2026 bukan sekadar torehan prestasi.
Bagi atlet berusia 16 tahun itu, perak pertama Indonesia dalam sejarah wushu di ajang tersebut menjadi langkah awal menuju mimpi yang lebih besar, yakni melihat wushu menjadi cabor resmi Olimpiade.
"Puji Tuhan, senang, bangga juga bisa mempersembahkan medali perak pertama dalam sejarah Indonesia," kata Asael setibanya di Tanah Air, pada Jumat (6/11/2026).
Target itu memang sudah dipatok sejak awal keberangkatan ke Dakar. Meski persaingan sangat berat karena semua negara menurunkan atlet terbaiknya.Tapi Asael berhasil membuktikan diri.
Asael menempati podium kedua cabor wushu di nomor Men's Changquan Combined disiplin taolu (seni), yang berlangsung di Dakar Expo Center, Senegal.
Prestasi ini semakin istimewa karena diraih pada debut wushu sebagai sport programme atau cabang olahraga resmi perebutan medali di Olimpiade. Asael pun menjadi bagian dari sejarah baru perkembangan wushu di panggung olahraga dunia.
"Persaingannya memang berat sebabkan Olympic pasti negara-negara juga pada turunin atletnya yang jago-jago juga," ujarnya.
Debut di Youth Olympic membuat Asael semakin yakin dengan masa depan wushu. Ia berharap pengalamannya di Dakar bisa menjadi jembatan untuk tampil di panggung yang lebih besar lagi.
"Semoga bisa lebih banyak lagi ngikut event-event besar kayak gini," ujarnya.
Lebih dari itu, yang paling diharapkan Asael adalah wushu benar-benar diakui sebagai cabang resmi Olimpiade, sehingga ia bisa kembali bertanding di Olimpiade dengan status yang setara dengan cabang olahraga lainnya.
"Terus ya semoga wushu bisa jadi event resmi Olympic dan bisa main lagi di Olympic," harap Asael.