Surabaya (ANTARA) - Universitas Airlangga (Unair) menjadi tuan rumah Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 yang berlangsung pada 11–13 November 2026 di Kampus MERR-C, Surabaya, untuk memperkuat transformasi pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.
"Unair berkomitmen untuk memperkuat transformasi pendidikan tinggi nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan di Surabaya, Kamis.
Madyan mengatakan menjadi tuan rumah KPPTI 2026 merupakan suatu kehormatan sekaligus kesempatan bagi Unair untuk berkontribusi mendorong transformasi pendidikan tinggi nasional.
Ia berharap berbagai gagasan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan program nyata.
"Berbagai gagasan, inovasi, dan hasil pembahasan dalam forum ini harapannya dapat tersampaikan kepada masyarakat luas," ujarnya.
KPPTI 2026 mengusung tema "Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis". Forum strategis nasional tersebut menargetkan kehadiran 2.000 peserta dari berbagai unsur ekosistem pendidikan tinggi.
Berdasarkan data panitia hingga malam sebelum pelaksanaan, jumlah peserta yang telah terdata mencapai lebih dari 1.600 orang.
Peserta berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta, perguruan tinggi kementerian/lembaga, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), pemerhati pendidikan, asosiasi, diaspora, mahasiswa, hingga kalangan industri dan dunia usaha.
Selain forum diskusi, KPPTI 2026 juga menghadirkan pameran yang diikuti 107 tenant booth. Pesertanya terdiri atas layanan kementerian, perguruan tinggi, mitra perusahaan, dan asosiasi.
Dalam pembahasannya, KPPTI 2026 mengangkat sejumlah agenda strategis, mulai dari tata kelola perguruan tinggi, transformasi pembelajaran, digitalisasi dan relevansi lulusan, kemitraan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak bagi pembangunan daerah, hingga akses inklusif dan jejaring pendidikan tinggi.
"Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah tata kelola perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH). Model PTN-BH dinilai dapat menjadi percontohan, karena memiliki otonomi dalam bidang pendidikan maupun penelitian," katanya.
Otonomi tersebut diharapkan dapat mendorong tata kelola perguruan tinggi yang lebih baik sekaligus memperkuat pengembangan pendidikan dan riset.
Rangkaian kegiatan KPPTI 2026 meliputi sesi utama (keynote session), sesi pleno (plenary session), diskusi klaster tematik, pameran inovasi pendidikan, pameran informasi pendidikan, pertunjukan seni, forum jejaring (networking forum), hingga klinik konsultasi (coaching clinics).
Forum ini juga menghadirkan sembilan pembicara kunci dari unsur pimpinan kementerian, rektor, pembicara internasional, dan tokoh pendidikan.
Penyelenggara berharap pembahasan dan pertukaran gagasan dalam KPPTI 2026 dapat menghasilkan cetak biru (blueprint) atau peta jalan perguruan tinggi berdampak untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Selain KPPTI, rangkaian kegiatan juga beriringan dengan Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI). Unair menjadi tuan rumah KPPTI, sedangkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi tuan rumah KSTI.
Sebelum KPPTI dimulai, Anugerah Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2026. Sementara itu, KPPTI 2026 berlangsung pada 11–13 November 2026.