Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, menilai penampilan anak asuhnya selama tur Eropa belum memuaskan. Meski tidak buruk, pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Dejan Ferdinansyah/Felisha Pasaribu dinilai masih belum konsisten, terutama saat menghadapi poin-poin akhir.
"Untuk tur Eropa, secara menyeluruh sih kurang memuaskan, ya, walaupun tidak jelek. Kalahnya mereka juga masih sama, kebanyakan sama unggulan," ujar Nova saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Kamis (5/11/2026).
Nova berharap anak asuhnya bisa meraih hasil lebih baik pada turnamen terakhir di Hylo Open. Ia bahkan berharap mereka mampu menembus final atau menjadi juara. Namun, harapan tersebut belum terwujud karena kekalahan terjadi pada poin-poin krusial.
"Tapi mungkin yang terakhir di Hylo Open, kami harap dia bisa lebih lah, mungkin bisa ambil final atau juara. Tapi sayang, walaupun sudah berusaha maksimal, tapi kalahnya di poin-poin akhir," tambahnya.
Secara khusus, Nova menyoroti konsistensi Amri/Nita. Menurutnya, perbedaan kondisi lapangan dan jenis shuttlecock di setiap turnamen turut memengaruhi kemampuan pasangan tersebut dalam beradaptasi menghadapi lawan.
"Amri/Nita keseluruhan saya lihat dia belum konsisten. Karena ada tiga turnamen itu kan dari segi lapangan, shuttlecock-nya kan beda-beda, ada yang Victor, ada yang Yonex. Di situ dia belum konsisten untuk lawan yang ini, kadang-kadang cocok lawan yang ini, tapi lawan yang ini belum bisa mengatasi," katanya.
Meski begitu, Nova melihat perkembangan Amri/Nita sudah cukup baik. Hanya saja, mereka masih belum menembus delapan besar sehingga kerap harus menghadapi pemain unggulan sejak babak awal. Faktor kepercayaan diri juga menjadi pekerjaan rumah.
"Tapi secara overall sih kemajuan sudah banyak. Tapi memang kita juga belum masuk top 8, jadi kadang-kadang kita di awal sudah ketemu kesulitan, ketemu unggulan, kadang-kadang kepercayaan diri kita masih kurang."
Nova pun memasang target agar Amri/Nita sudah masuk dan mampu bertahan di jajaran delapan besar sebelum penghitungan poin Olimpiade dimulai. Posisi tersebut dinilai penting untuk mendapatkan undian pertandingan yang lebih menguntungkan.
"Saya sendiri sudah bilang sama mereka, sebelum penghitungan poin Olimpiade mulai, kita harus sudah masuk, sudah stabil di top 8. Jadi biar kita di draw-nya lebih enak, jadi enggak dari babak awal ketemu yang unggulan-unggulan. Target kita di sana sih," tegasnya.