Nasional

Total Hotspot Karhutla di 6 Provinsi 1.468 Titik, Terbanyak Kalteng

Api membakar vegetasi di kawasan Gunung Arjuno, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026). Berdasarkan data UPT Tahura Raden Soerjo, lebih dari 100 titik api terpantau dalam kebakaran yang berlangsung sejak Kamis (15/10) tersebut, sementara upaya penanganan melibatkan puluhan petugas gabungan Polri, Polisi Hutan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU
Ilustrasi. Karhutla (Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Jakarta -

BNPB melaporkan saat ini ada total 1.468 titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 6 provinsi di Indonesia. Titik panas terbanyak ada di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Terpantau ada 1.468 titik (panas) dan ada 2.645 hektare lahan dalam penanganan. Kalimantan Tengah adalah kasus yang paling menonjol dan provinsi ini mencatat ada 821 titik panas atau naik sebesar 93% dari hari kemarin," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Berton S.P. Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026).

Dari data BNPB, di Papua Selatan masih terdapat 306 titik panas, Kalimantan Timur 170 titik panas, Nusa Tenggara Timur 49 titik panas, Sulawesi Tenggara 54 titik panas, dan Sulawesi Tengah 68 titik panas. Sementara itu, 1.641 hektar lahan di Kalteng dalam penanganan. Angka tersebut naik 147% dari hari kemarin.

"Luas lahan dalam penanganan ini menunjukkan arah yang beragam, angkanya masih naik di Kalimantan Tengah sebesar 147%, di Kalimantan Timur (naik) 53% dan di Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah mengalami penurunan kisaran 20 sampai 50%," kata Berton.

Selain 6 provinsi tersebut, hotspot juga ditemukan di Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku. Berton kemudian melaporkan penanganan karhutla di Sulteng, tepatnya di Kecamatan Lembo, Kabuapten Morowali Utara.

"Lahan yang terdampak ada 5,5 hektare dan petugas BPBD bersama tim sudah melakukan asesmen kemudian melakukan koordinasi dengan aparat serta melakukan dukungan penyiraman air sebagaimana yang dibutuhkan untuk pemadaman tersebut," jelas Berton.

Sementara itu, pengerahan alutsista untuk menangani karhutla mencapai 46 unit terdiri dari 18 pesawat OMC dan 28 helikopter untuk waterbombing. "(Sebanyak) 32 unit dari BNPB, 10 unit TNI, dan 4 unit dari lainnya," kata Berton.

Tonton juga video "Ombudsman Kritik Penanganan Karhutla: Bagi-bagi Masker Saja Tak Cukup"