REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI, – Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, membuka peluang pengembangan karir bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program nasional Manajemen Talenta ASN. Program ini bertujuan menemukan dan mempersiapkan talenta terbaik untuk menempati posisi strategis dan kepemimpinan masa depan di lingkungan pemerintahan.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menjelaskan bahwa manajemen talenta merupakan sistem manajemen karier yang terstruktur. Sistem ini mencakup tahapan akuisisi, pengembangan, retensi, dan penempatan talenta berdasarkan potensi serta kinerja individu.
"Manajemen talenta bertujuan menemukan dan mempersiapkan talenta terbaik untuk mengisi posisi strategis dan kepemimpinan masa depan," kata Ramlan Nurmatias di Bukittinggi, Rabu.
Sistem Sembilan Kotak
Sistem ini menerapkan pemetaan yang dikenal dengan Nine Box Talent Management. Pemetaan ini mengelompokkan ASN ke dalam sembilan kategori berdasarkan tingkat potensi dan kinerja mereka. Pengelompokan ini menjadi dasar objektif untuk pengembangan karier dan pengisian jabatan.
"Selain itu, sistem ini mendorong peningkatan profesionalisme, kompetensi dan kinerja ASN, memberikan kejelasan serta kepastian karier," ujar Ramlan. Ia menambahkan, manajemen karir ini dapat mewujudkan rencana suksesi yang objektif dan akuntabel, memastikan ASN yang tepat menduduki jabatan yang tepat sesuai kebutuhan organisasi.
Ratusan ASN Ikuti Profiling
Dari total 3.721 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi, sebanyak 739 orang telah mengikuti proses profiling. Rinciannya terdiri atas 28 pejabat pimpinan tinggi pratama, 110 pejabat administrator, 228 pejabat pengawas, 109 pejabat fungsional, dan 164 pelaksana.
Pemkot Bukittinggi juga merencanakan penambahan sekitar 100 ASN untuk mengikuti profiling pada tahap berikutnya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas basis talenta unggulan.
"Kelompok ASN yang berada pada kotak 7, 8, dan 9 menjadi kelompok yang dapat dipertimbangkan dalam penyusunan rencana suksesi sesuai rumpun jabatan dan melalui tahapan seleksi serta uji kompetensi teknis," jelas Ramlan.
Penerapan manajemen talenta ini didukung oleh Komite Talenta yang bertugas memberikan rekomendasi dalam pengambilan keputusan kepegawaian. Komite ini melibatkan Sekretaris Daerah, Asisten I, Asisten III, Kepala BKPSDM, dan Inspektorat pemerintah daerah setempat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.