Politik

NHI Tourism Forum 2026 Hadirkan 94 Penulis Ilmiah se-Indonesia

NHI Tourism Forum 2026 Hadirkan 94 Penulis Ilmiah se-Indonesia

BANDUNG---NHI Tourism Forum (NTF) 2026, telah digelar oleh Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Kamis, 22 Oktober 2026, secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube.

NTF yang ke 6 ini, mengangkat tema “Redesign Tourism: Smart, Sustainable, and Inclusive Future”. Kegiatan ini, merupakan forum ilmiah tahunan ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk berbagi hasil penelitian serta gagasan dalam mendukung transformasi pariwisata yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan inklusif.

Menurut Ketua Pelaksana 6th NHI Tourism Forum 2026, Fitra Ananta Sujawoto, selama tiga bulan masa penerimaan, panitia menerima 36 makalah ilmiah dari berbagai perguruan tinggi dan institusi. Setelah melalui proses penelaahan dan seleksi, sebanyak 30 makalah dinyatakan lolos untuk dipresentasikan, dengan 26 makalah berhasil dipaparkan dalam sesi paralel konferensi.

Secara keseluruhan, makalah yang diterima melibatkan 94 penulis dari 24 institusi, dengan sebaran asal penulis dari berbagai wilayah Indonesia, antara lain Soppeng, Kalimantan Barat, Tasikmalaya, Bintan, Medan, Palembang, Riau, Semarang, Bali, Lampung, Lombok, dan wilayah lainnya. Konferensi ini juga mencatat 474 peserta terdaftar pada platform penyelenggaraan daring.

Menghadirkan perspektif akademisi dan praktisi pariwisata

Selain sesi presentasi makalah ilmiah, 6th NHI Tourism Forum 2026 menghadirkan lima pembicara dalam sesi plenary, yaitu Dr. Frans Teguh, MA., CHE.; Panji Arief Sumirat; Dr. Ina Veronika Ginting, S.Sos., M.I.Kom.; Matteo Bierschneider; serta Feri Agustian Soleh.

Para pembicara mengangkat berbagai perspektif mengenai tata kelola destinasi regeneratif, perkembangan teknologi dan perubahan perilaku wisatawan, penciptaan pengalaman wisata yang bermakna melalui warisan budaya, desain pariwisata yang menghasilkan dampak positif, hingga hubungan antara praktik hospitality, keberlanjutan, dan agroforestri.

Sementara itu, makalah yang dipresentasikan dalam sesi paralel mencakup beragam isu strategis pariwisata, mulai dari kecerdasan buatan dan transformasi digital, pariwisata regeneratif dan berkelanjutan, ekowisata bahari dan konservasi satwa liar, pariwisata budaya dan berbasis masyarakat, aksesibilitas dan pariwisata inklusif, inovasi hospitality dan wellness, hingga perencanaan, kebijakan, dan tata kelola destinasi pariwisata.

Keberagaman topik tersebut memperlihatkan semakin luasnya cakupan penelitian pariwisata serta kontribusi dunia akademik dalam merespons tantangan dan kebutuhan industri pariwisata.

Penelitian pariwisata inklusif raih Best Paper Award

Salah satu agenda utama pada penutupan 6th NHI Tourism Forum 2026 adalah pengumuman penerima Best Paper Award, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya ilmiah yang dinilai unggul dalam proses penelaahan konferensi.

Penghargaan Best Paper tahun ini diberikan kepada Stanny Dhamayanty, Husni Muharam, Deti Putri Akmal, dan Farell Syauqie Juliansyah dari Universitas Garut, melalui makalah berjudul: “Hybrid Human–Technology Guiding for Tourists with Disabilities at Situ Bagendit, Indonesia.”

Penelitian tersebut mengangkat pendekatan integrasi teknologi dan pendampingan manusia dalam mendukung pengalaman wisata yang lebih aksesibel bagi wisatawan penyandang disabilitas, dengan mengambil konteks pengelolaan destinasi wisata Situ Bagendit, Jawa Barat.

Panitia menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh penulis penerima penghargaan. Penerima Best Paper Award juga akan memperoleh hadiah dari panitia, dengan informasi teknis penyerahan yang disampaikan secara langsung setelah kegiatan.

Sebagai tindak lanjut penyelenggaraan konferensi, Politeknik Pariwisata NHI Bandung juga membuka peluang bagi sejumlah makalah terpilih untuk dipertimbangkan dalam proses publikasi pada jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan institusi, termasuk jurnal yang terakreditasi SINTA 2, SINTA 4, dan SINTA 5.

Kesempatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas diseminasi hasil penelitian sekaligus mendorong kontribusi akademisi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pariwisata.

Proses publikasi tetap mengikuti ruang lingkup keilmuan, ketentuan penulisan, penilaian editorial, serta mekanisme penelaahan sejawat (peer review) masing-masing jurnal. Dengan demikian, terpilihnya suatu makalah dalam konferensi tidak secara otomatis menjamin penerimaan publikasi pada jurnal yang dituju.

Panitia akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada penulis yang terpilih melalui korespondensi email resmi NHI Tourism Forum, termasuk persyaratan revisi, prosedur pengiriman naskah, serta jadwal proses publikasi.

Kolaborasi perguruan tinggi dan industri pariwisata

Penyelenggaraan 6th NHI Tourism Forum 2026 memperoleh dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yang diwakili oleh Ir. Martini Mohamad Paham, MBA, selaku Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, yang secara resmi membuka kegiatan konferensi.

Kegiatan ini juga didukung oleh pimpinan dan manajemen Politeknik Pariwisata NHI Bandung di bawah kepemimpinan Dr. Anwari Masatip, S.Sos., MM.Par., CEE., serta keterlibatan dosen, mahasiswa, tim teknis, reviewer, moderator, dan seluruh panitia penyelenggara.

Pada tahun ini, Mores Strategics berperan sebagai Strategic Partner. Kolaborasi penyelenggaraan juga melibatkan lima Politeknik Pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata, yaitu Politeknik Pariwisata Bali, Lombok, Palembang, Medan, dan Makassar.

Dukungan turut diberikan oleh Sejiva, Wise Step, Bali Wellness & Beauty Expo, Exquise Patisserie, Chocolate L'Agie, serta Jayakarta Hotel and Resort sebagai mitra kolaborasi penyelenggaraan.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri ini menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring akademik, mendukung penyebarluasan pengetahuan, serta memperkuat hubungan antara penelitian dan praktik pengembangan pariwisata.

Melalui penyelenggaraan 6th NHI Tourism Forum 2026, Politeknik Pariwisata NHI Bandung kembali menegaskan perannya sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan kolaborasi ilmiah di bidang pariwisata. Forum ini diharapkan terus menjadi ruang bagi peneliti, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk mempertemukan temuan penelitian dengan kebutuhan nyata sektor pariwisata.

NHI Tourism Forum dijadwalkan kembali hadir pada tahun 2027 melalui penyelenggaraan 7th NHI Tourism Forum.