Ekonomi

Menhub Mundur dari Jabatan karena Kecelakaan Maut Kereta

Menhub Mundur dari Jabatan karena Kecelakaan Maut Kereta

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Spanyol Oscar Puente mengundurkan diri. Hal ini terjadi sebagai bentuk tanggung jawabnya atas musibah kecelakaan kereta besar yang terjadi dua kali di negeri itu dalam setahun.

Pekan lalu, tabrakan dua kereta api di Spanyol tengah menewaskan 69 orang di wilayah Castilla-La Mancha. Kecelakaan juga terjadi ke kereta berkecepatan tinggi di Andalusia Januari lalu, yang menewaskan 46 orang.

"Seorang menteri perhubungan di negara seperti Spanyol tidak dapat terus menjabat jika terjadi dua kecelakaan sebesar ini dalam waktu kurang dari setahun," kata Puente.

Sebelumnya, karena kecelakaan pekan lalu, Badan Keamanan Kereta Api Spanyol meninjau sistem keselamatan jalur tersebut. Pemerintah juga menyelesaikan penundaan peluncuran Sistem Manajemen Lalu Lintas Kereta Api Eropa.

Langkah-langkah keselamatan lain yang akan diperkenalkan termasuk agen kecerdasan buatan yang dirancang untuk mengurangi kesalahan manusia dengan mendeteksi anomali dan memantau percakapan antara pengemudi dan pengontrol kereta. Spanyol akan menjadi negara pertama yang menerapkan mekanisme keamanan seperti itu.

Selain mengundurkan diri, Puente juga menarik diri dari pemilihan umum mendatang.

Kecelakaan terbaru, terjadi 28 Oktober lalu, di jalur kereta Madrid-Seville. Kereta berkecepatan tinggi yang dioperasikan perusahaan kereta milik negara, Renfe, menabrak kereta yang sedang berhenti.

Berdasarkan laporan awal, kereta Renfe diperkirakan melaju dengan kecepatan sekitar 100-125 mil per jam atau setara 161-201 kilometer per jam ketika tabrakan terjadi. Insiden bermula setelah gangguan sinyal membuat kereta di salah satu ruas jalur diperintahkan berhenti.

Namun, pengendali pusat di Madrid yang mengambil alih kendali setelah gangguan tersebut memberikan izin kepada kereta Renfe untuk melanjutkan perjalanan. Keputusan tersebut berujung pada tabrakan dengan kereta milik operator swasta Iryo.

Tragedi ini menjadi kecelakaan kereta besar kedua di Spanyol dalam waktu kurang dari satu tahun. Pasca-kecelakaan, layanan kereta di jalur Madrid-Seville dikurangi.

Pemerintah pun menyiapkan kompensasi bagi korban dan keluarga korban kecelakaan. Perdana Menteri Pedro Sanchez sebelumnya mengumumkan paket bantuan senilai 30 juta euro (sekitar Rp 609 miliar).

Keluarga korban meninggal akan menerima bantuan langsung sebesar 72.121 euro. Mereka juga akan memperoleh uang muka kompensasi dengan nilai yang sama.

[Gambas:Video CNBC]