Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan () menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru () 2026/2027. Persiapan meliputi pemeriksaan 2.140 , penguatan fasilitas pelabuhan, penambahan armada, hingga pengawasan keselamatan guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur akhir tahun.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin mengatakan, persiapan penyelenggaraan angkutan laut dan penyeberangan terus dimatangkan.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mematangkan persiapan penyelenggaraan angkutan laut dan penyeberangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," kata Samsuddin dikutip dari Antara, Kamis (5/11/2026).
Menurut dia, keselamatan menjadi prioritas utama mengingat mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat selama periode tersebut.
Sebagai langkah konkret, Ditjen Perhubungan Laut akan melakukan uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal pada 1-30 November 2026.
Pemeriksaan mencakup peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran, jalur evakuasi, kondisi mesin, sistem navigasi, serta kesiapan awak kapal menghadapi keadaan darurat.
Pelaksanaan latihan keselamatan (safety drill) dan pemeriksaan mandiri (self inspection) juga diperkuat.
“Tidak boleh ada kompromi terhadap aspek keselamatan," katanya menegaskan.
Posko Nataru Beroperasi 18 Desember 2026
Samsuddin meminta seluruh unit pelaksana teknis (UPT) memastikan pemeriksaan kapal berjalan menyeluruh. Setiap temuan harus ditindaklanjuti dan kapal yang belum memenuhi persyaratan keselamatan tidak boleh beroperasi.
Untuk memperkuat koordinasi, Posko Terpadu Angkutan Nataru direncanakan beroperasi pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027. Pemantauan data angkutan dilanjutkan sampai 8 Januari 2027.
"Posko ini menjadi pusat koordinasi dan pemantauan untuk mengantisipasi potensi gangguan selama periode angkutan," ujarnya.
Kemenhub juga menyiapkan penyesuaian jumlah dan jadwal kapal pada rute yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang. Kapal cadangan dan kapal negara turut disiagakan untuk mendukung pelayanan maupun penanganan keadaan darurat.
“Optimalisasi tiket daring dan pencatatan manifest secara real-time juga diperkuat untuk mencegah kelebihan kapasitas serta memastikan jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas kapal,” ujar Samsuddin.
Berdasarkan evaluasi Nataru 2025/2026, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 2,5 juta orang atau meningkat 33,60 persen. Pada sejumlah rute, permintaan saat puncak liburan bahkan naik sekitar 50-60 persen dibandingkan kondisi normal.
Diskon Tiket Kapal Pelni 30 Persen
Untuk mengantisipasi kepadatan pelabuhan, Kemenhub menyiapkan pengaturan akses masuk, sistem satu pintu, dan optimalisasi area penyangga (buffer zone). Operator pelabuhan juga dapat membatasi hingga menghentikan penjualan tiket apabila kapasitas area parkir penampungan telah terpenuhi.
Pengawasan cuaca turut diperkuat melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Syahbandar berwenang menunda keberangkatan kapal apabila kondisi cuaca tidak memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran," tegas Samsuddin.
Pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa diskon tarif dasar sebesar 30 persen bagi penumpang kelas ekonomi pada 25 trayek kapal penugasan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Program ini menargetkan 414.630 penumpang untuk periode keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Untuk angkutan penyeberangan, pemerintah memberikan stimulus berupa penghapusan 100 persen komponen tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan.
"Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan biaya perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun," ujarnya