Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggenjot penerapan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di 27 kota/kabupaten seluruh Jawa Barat, demi mendongkrak pariwisata halal di tatar Pasundan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Iendra Sofyan di Bandung, Rabu, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat mengakselerasi pengembangan ekosistem pariwisata ramah Muslim lewat sosialisasi penerapan Zona KHAS di 27 daerah secara daring.
Langkah strategis penerapan Zona KHAS ini, kata Iendra, diambil guna menangkap potensi besar melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari negara-negara berbasis Muslim seperti Malaysia, Brunei Darussalam, hingga kawasan Timur Tengah.
"Apalagi, kita didukung struktur demografi Jawa Barat di mana populasi umat Muslim mencapai sekitar 97 persen," kata Iendra.
Iendra juga menegaskan bahwa besarnya potensi pasar tersebut menuntut kesiapan infrastruktur dan standarisasi pariwisata ramah muslim, yang mana keberadaan Zona KHAS menjadi salah satu instrumen utamanya.
"Poinnya adalah kami ingin mendorong pelaku pariwisata untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan, salah satunya wisatawan Muslim. Untuk itulah Zona KHAS perlu disiapkan di setiap tempat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap kita semua punya pemahaman membangun kolaborasi dengan pelaku usaha demi meningkatkan pariwisata ramah Muslim ini," katanya.
Zona KHAS, tambah dia, dirancang sebagai sebuah area di mana seluruh pemangku kepentingan bekerja sama menyediakan produk makanan dan minuman yang halal, sehat, dan aman, serta menciptakan lingkungan yang nyaman sesuai kaidah syariah.
"Selain ketat melarang keberadaan produk non-halal, setiap gerai di zona tersebut diwajibkan mengantongi sertifikasi halal resmi dan telah lulus proses inspeksi kesehatan lingkungan," tuturnya menambahkan.