Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Nasir dan Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulaziz Al Khulaifi berdiskusi mengenai sejumlah isu bilateral hingga regional, termasuk pengembangan industri strategis dan dukungan terhadap Palestina.
Melalui sambungan telepon pada Kamis (5/11), kedua menteri itu membahas berbagai upaya untuk meningkatkan kerja sama bilateral, termasuk penguatan industri strategis.
“Kami juga menegaskan kembali komitmen bersama terhadap kerja sama multilateral,” ujar Arrmanatha Nasir dalam unggahan akun media sosial X Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Ia pun menyampaikan bahwa Indonesia mengapresiasi peran berkelanjutan Qatar dalam mendorong stabilitas kawasan di tengah berbagai dinamika yang tengah berlangsung di Timur Tengah serta dukungan teguh terhadap kedaulatan Palestina.
“Kami menantikan kunjungan tingkat tinggi dan Dialog Strategis pada tahun 2027, yang berlandaskan momentum peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Qatar pada tahun ini,” imbuh Arrmanatha.
Mengutip kantor berita milik pemerintah Qatar, Qatar News Agency (QNA), Al Khulaifi mengawali percakapannya dengan ucapan selamat atas dilantiknya Arrmanatha Nasir sebagai menteri luar negeri Indonesia pada 1 Oktober lalu.
Selain situasi di Palestina dan Timur Tengah, kedua menteri juga membicarakan mengenai dinamika di Afghanistan serta sejumlah isu lainnya yang menjadi kepentingan bersama.
Al Khulaifi pun menegaskan dukungan Qatar terhadap seluruh upaya diplomatik untuk mencapai solusi yang menjamin kebebasan navigasi maritim serta membuka jalan bagi kesepakatan komprehensif demi mencapai perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Qatar resmi terjalin pada tahun 1976.
Hubungan tersebut diperkuat dengan pembukaan Kedutaan Besar Qatar di Jakarta pada 1997, diikuti oleh pembukaan Kedutaan Besar Indonesia di Doha pada 1999.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada tahun lalu, nilai ekspor Indonesia ke Qatar tercatat 736,8 juta dolar AS (sekitar Rp13,38 triliun).
Sementara itu, nilai impor Indonesia dari Qatar mencapai 1,26 miliar dolar AS - didominasi oleh komoditas minyak dan gas (migas) senilai 776,1 juta dolar AS (sekitar Rp14,08 triliun).