Dengan latar belakang siswa yang beragam, Sumber Daya Manusia (SDM) Sekolah Rakyat didorong untuk disiplin bekerja dan berpegang teguh pada kode etik.
Hal itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam Pembukaan Pelatihan Kompetensi Dasar Tenaga Pengamanan, Manajemen Kasus bagi Case Manager, dan Pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi Operator Sekolah Rakyat di Bogor, Jawa Barat pada Rabu (4/11).
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan serentak pada 3-9 November di beberapa lokasi di Kabupaten Bogor. Total jumlah peserta sebanyak 839 orang terdiri dari tenaga pengamanan, case manager, dan operator Sekolah Rakyat.
Pelatihan bertujuan meningkatkan kualitas SDM Sekolah Rakyat dalam aspek keamanan dan perlindungan anak, penanganan kasus peserta didik, serta pengelolaan data pendidikan guna mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang aman, berkualitas, dan profesional.
"Ada wali asrama, ada wali asuh, ada sekuriti, ada guru, ada kepala sekolah, dan tadi ada manajer kasus, ada juga dari teman-teman yang mengelola data. Semuanya ini harus bisa bekerja dengan disiplin dan berpegang teguh pada kode etik yang ada," kata Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki sejumlah fungsi mencakup edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan. Dalam hal ini, diperlukan SDM yang disiplin, memegang kode etik, dan memiliki empati, terlebih tak sedikit siswa datang dari keluarga yang tidak mampu pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Sehingga memerlukan pendampingan dengan penuh empati dari seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat. Intinya SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Pak Presiden," ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul mengingatkan para SDM Sekolah Rakyat tentang tiga dosa besar pendidikan, yaitu perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi atau radikalisme.
Ia menyatakan tak akan segan memberi sanksi kepada SDM Sekolah Rakyat yang melanggar. Para SDM Sekolah Rakyat pun kemudian berikrar bersama untuk menghindari ketiga hal tersebut.
"Karena siapapun yang melakukan ini, tidak akan kita toleransi dan akan langsung kita berhentikan. Langsung kita berhentikan, tidak ada ceritanya pakai peringatan-peringatan," kata Gus Ipul.
Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga mengajak para SDM Sekolah Rakyat menjadi Agen Perlinsos, yang membantu melakukan registrasi ulang penerima bansos dan pemutakhiran data secara digital.
Momen ini dinilai penting agar SDM Sekolah Rakyat dapat berperan aktif dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Sebagai Agen Perlinsos, mereka akan mendata dan membantu warga sekitar yang berhak menerima bansos, terutama yang belum terdaftar, melalui pendaftaran digital.
"Tidak hanya Bapak Ibu sekalian, tapi saya minta pulang dari sini, ajak tenaga kependidikan yang lain, ajak teman-teman, saudara-saudara, teman-teman sekalian yang bisa menjadi Agen Perlinsos. Ini adalah sistem terbaru pemerintah dalam rangka menjangkau mereka yang paling membutuhkan," kata Gus Ipul.