Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penyesuaian proyeksi pertumbuhan sektor jasa keuangan di tengah tingginya ketidakpastian global.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan terdapat beberapa faktor yang menjadi perhatian pihak otoritas saat ini, seperti ketidakpastian global yang tinggi dengan berbagai konflik geopolitik.
"Hal ini menyebabkan harga energi meningkat dan inflasi tinggi, serta meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi. Ini dihadapi seluruh negara di dunia," ujarnya dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Kamis (5/11/2026).
Melihat peningkatan tekanan global tersebut, OJK pun melalukan penyesuaian proyeksi pertumbuhan industri jasa keuangan. Industri asuransi dan penjaminan diperkirakan tumbuh 2%-4% pada akhir tahun. Sementara, program dana pensiun diprediksi tumbuh 4%-6%, dengan aset program penjaminan tumbuh 28%-30%.
"Ini lebih dipengaruhi reklasifikasi aset yang dikelola asuransi ke perusahaan penjaminan," jelas Kiki, sapaan akrab Friderica.
Untuk sektor Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), piutang industri pembiayaan diperkirakan tumbuh sekitar 2% hingga 4% pada akhir tahun ini.
Menurut Kiki, tekanan perekonomian global berimbas pada penjualan kendaraan bermotor dan tren pembiayaan investasi.
Meskipun berada di tengah tantangan, Kiki menegaskan sektor jasa keuangan nasional tetap menunjukkan ketahanan dan intermediasi dengan baik. "Hal ini terlihat dari kredit perbankan pada September 2026 tumbuh 13,26% YoY dengan NPL gross 2,07%," jelasnya.
[Gambas:Video CNBC]