Liputan6.com, Jakarta - Tiga di berhasil menembus daftar 10 di untuk periode Oktober 2026.
Bandar Udara Changi Singapura masih kokoh menduduki posisi puncak berdasarkan kapasitas kursi penumpang, disusul pertumbuhan kuat dari Bandara Tân Sơn Nhất dan Noi Bai di Vietnam.
Mengutip data lembaga riset penerbangan OAG via VnExpress, Kamis (5/11/2026), berikut daftar 10 bandara tersibuk di Asia Tenggara per Oktober 2026:
1. Bandar Udara Internasional Changi (Singapura)
Bandara Changi mencatatkan kapasitas sebanyak 3,66 juta kursi keberangkatan, tumbuh 1,66% secara year-on-year (yoy). Lonjakan lalu lintas penerbangan salah satunya didorong oleh gelaran konser megabintang asal Kanada, The Weeknd, di Stadion Nasional Singapura pada 2-3 Oktober yang menyedot puluhan ribu wisatawan mancanegara.
2. Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi (Thailand)
Menempati posisi kedua, Bandara Suvarnabhumi mencatatkan 3,34 juta kursi atau naik 3,9% (yoy). Meski begitu, operasional bandara sempat terkendala kekurangan personel akibat banjir bandang yang menerjang Bangkok sejak akhir September hingga awal Oktober.
Posisi 3-5
3. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Indonesia)
Bandara Soekarno-Hatta meraih posisi ketiga dengan kapasitas 3,29 juta kursi, tumbuh 3,8% dibanding periode yang sama tahun lalu. Trafik penerbangan diproyeksikan terus meningkat seiring dibukanya rute baru Kuching-Jakarta oleh maskapai AirBorneo Airways mulai 13 November 2026 dengan frekuensi tiga kali seminggu (Senin, Jumat, dan Minggu).
4. Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur (Malaysia)
Bandara terbesar di Malaysia ini berada di peringkat keempat dengan kapasitas 3,22 juta kursi, turun 5,2% (yoy). Untuk meningkatkan keamanan penumpang dan operasional bagasi, pengelola bandara kini menerjunkan unit anjing pelacak (k-9) di area keberangkatan dan kedatangan.
5. Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino (Filipina)
Berada di posisi kelima, bandara yang terletak di antara Kota Pasay dan Paranaque ini mencatatkan kapasitas 2,66 juta kursi, turun 1,6% (yoy). Bandara ini menjadi gerbang utama bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Manila dan sekitarnya.
Posisi 6-8
6. Bandar Udara Internasional Tân Sơn Nhất (Vietnam)
Bandara ini menempati posisi keenam dengan kapasitas 2,29 juta kursi atau naik 6,7% (yoy). Sebagai pembenahan, pengelola telah menerapkan sistem deklarasi pra-masuk sejak pertengahan April guna mempercepat proses pemeriksaan imigrasi kedatangan internasional.
7. Bandar Udara Internasional Noi Bai (Vietnam)
Bandara yang melayani wilayah Hanoi ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara, yakni melonjak 14,9% (yoy) menjadi 1,94 juta kursi. Lonjakan ini dipicu oleh gelaran konser grup K-Pop BigBang selama dua hari yang menarik 220.000 pengunjung (68.000 di antaranya turis asing) dan menyumbang pendapatan pariwisata hingga US$ 29 juta atau sekitar Rp 526,7 miliar.
8. Bandar Udara Internasional Don Mueang (Thailand)
Bandara kedua di Bangkok ini berada di urutan kedelapan dengan 1,56 juta kursi. Angka tersebut merosot 11,2% (yoy) akibat gangguan cuaca buruk dan banjir parah. Selain itu, pengetatan prosedur keamanan manual sejak 1 November turut menambah waktu antrean penumpang.
Posisi 9 dan 10
9. Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Indonesia)
Gerbang utama pariwisata Bali ini menempati posisi kesembilan dengan kapasitas 1,3 juta kursi, turun tipis 0,9% (yoy). Bandara yang terletak di Tuban, Badung ini tetap menjadi salah satu hub penerbangan tersibuk yang dilengkapi berbagai fasilitas belanja bebas bea (duty free) dan ruang tunggu eksklusif.
10. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin (Indonesia)
Melengkapi posisi 10 besar, bandara di Makassar ini mencatatkan kapasitas 960.000 kursi, naik 4,9% (yoy). Bandara ini memegang peranan strategis sebagai hub utama jaringan penerbangan dan pintu gerbang menuju kawasan Indonesia bagian timur.