Nasional

Cegah Jeratan Pinjol Ilegal, Pedagang Pasar Bintaro Raih Sosialisasi Literasi Keuangan

Cegah Jeratan Pinjol Ilegal, Pedagang Pasar Bintaro Raih Sosialisasi Literasi Keuangan

TANGERANG SELATAN — Maraknya penawaran pinjaman dalam jaringan (pinjol) ilegal di tengah masyarakat menuntut penguatan literasi keuangan digital secara berkelanjutan, terutama bagi kelompok pelaku usaha mikro dan pedagang pasar.

Untuk menekan risiko masyarakat terjerat pinjol tanpa izin, kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya memilih penyelenggara Fintech Lending atau Pinjaman Daring (Pindar) berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus digencarkan. Salah satunya melalui pendekatan langsung ke pedagang di kawasan Pasar Modern Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (5/11/2026).

Di tengah semakin luasnya ragam layanan pendanaan berbasis teknologi, pemahaman masyarakat terhadap legalitas platform menjadi krusial. Akses permodalan yang cepat diimbangi dengan kejelian pedagang dalam membedakan antara fintech legal dan ilegal, mengenali informasi resmi, serta memahami skema pengembalian yang rasional.

Campaign Manager KlikCair, Andre Ardian, menekankan bahwa edukasi sektor keuangan bagi pedagang pasar perlu dilakukan melalui interaksi langsung di pusat aktivitas ekonomi mereka. Langkah ini dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan permodalan kerja harian tetapi minim akses informasi formal.

"Edukasi ini bukan sekadar mengenalkan opsi pendanaan, melainkan membantu masyarakat dan pelaku usaha memilih layanan keuangan yang legal, terdaftar, dan aman, sehingga mereka dapat mengambil keputusan finansial secara bijak dan bertanggung jawab," ujar Andre di Tangerang Selatan.

Melalui edukasi lapangan ini, pelaku UMKM dan pedagang pasar didorong untuk lebih teliti memeriksa status izin lembaga keuangan formal sebelum mengajukan pinjaman. Pemahaman mengenai transparansi bunga, tata cara pengaduan, dan keberadaan pengawasan OJK diharapkan dapat membentengi ekosistem ekonomi rakyat dari praktik pinjol ilegal yang merugikan.

Ke depan, program edukasi inklusi dan literasi keuangan digital bagi sektor informal ditargetkan dapat terus berjalan secara konsisten, guna menciptakan ekosistem keuangan nasional yang sehat, aman, dan inklusif.