YOGYAKARTA -- Menteri Agama, Nasaruddin Umar, secara resmi membuka Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).
OASE III berlangsung pada 3-7 November 2026 dengan tema 'Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi'. Sebanyak 497 finalis dari 54 PTKIN seluruh Indonesia bersaing pada sebanyak 18 lomba bidang agama, sains, dan riset. Dalam orasi ilmiah, Menag menyampaikan bahwa Islam memiliki tradisi panjang dalam menghargai ilmu pengetahuan.
Ia mengingatkan bahwa para ilmuwan Muslim pada masa kejayaan Islam melahirkan banyak penemuan yang membuka jalan bagi ilmuwan lain untuk melanjutkan penelitian yang bermanfaat dan signifikan bagi umat manusia. Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa PTKIN menghidupkan kembali kejayaan peradaban Islam lewat penguasaan sains dan teknologi.
Menag juga menegaskan bahwa kecanggihan ilmu pengetahuan harus tetap dibimbing nilai agama agar teknologi tidak membawa dampak buruk bagi kemanusiaan. "UIN dan perguruan tinggi keagamaan perlu berperan dalam pengembangan teknologi hilirisasi bersama perguruan tinggi umum," ujar Menag dalam orasi ilmiahnya.
Soal pemilihan tuan rumah, Menag menyebut UIN Sunan Kalijaga dipilih karena baru saja meraih predikat luar biasa, yakni menempati urutan kedua nasional setelah Universitas Indonesia. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, juga menyampaikan apresiasi atas capaian kampus tersebut dalam Times Higher Education World University Rankings 2026 tersebut.
Sementara itu, Ira Nurhasanah selaku Humas UIN Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa OASE rutin digelar berkala. "OASE merupakan acara yang dilaksanakan dua tahun sekali. Ini merupakan OASE ke-3 dan UIN Sunan Kalijaga ditunjuk sebagai tuan rumah," ujarnya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menegaskan bahwa OASE bukan sekadar ajang berebut medali, melainkan ruang bertemunya gagasan dan pengembangan talenta terbaik mahasiswa PTKIN.