Politik

Bantah IPK Cuma 2,5, Jokowi: Seingat Saya 3,05

Bantah IPK Cuma 2,5, Jokowi: Seingat Saya 3,05

JAKARTA -- Mantan Presiden RI Joko Widodo mengaku memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,05 saat menjalani kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM). Jokowi sekaligus meralat isu simpang siur mengenai IPK-nya.

Hal itu dikatakan Jokowi saat menjawab pertanyaan dari Abdul Gaffur Sangaji selaku kuasa hukum Roy Suryo ketika menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim)pada Kamis (5/11/2026).

Jokowi bersaksi di sidang dengan perkara fitnah dan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo dan Dokter Tifa.

"Kemudian tadi Rektor mengatakan bahwa Saudara dinyatakan lulus dengan IPK di atas 2,5. Benar seperti itu Saudara? IPK Saudara 2,5?" tanya Abdul dalam persidangan tersebut.

Namun Jokowi membantah. Jokowi merasa punya IPK yang lebih tinggi.

"Seingat saya, IP saya 3,05," jawab Jokowi.

"3,05?" tanya Abdul mencoba mengklarifikasi.

"Seingat saya," jawab Jokowi.

Kemudian, Abdul mencecar Jokowi mengenai periode kelulusannya.

"Iya, oke, tidak masalah. Kemudian tadi dinyatakan juga Saudara lulus pada tanggal 23 Oktober tahun 1985, seperti yang tadi sudah dijelaskan oleh Saudara, benar ya?" tanya Abdul.

"Lulus skripsi, iya. Lulus ujian skripsi. Kalau wisudanya tanggal 19 November 1985," jawab Jokowi.