Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad meminta rencana pemberlakuan kembali penjurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa di jenjang SMA disertai mekanisme pemetaan minat dan kemampuan siswa.
Menurut Habib Syarief, dikutip di Jakarta, Jumat, setiap siswa memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda sehingga penentuan jurusan perlu mempertimbangkan minat, bakat, dan kemampuan akademik masing-masing agar penjurusan tidak sekadar menjadi keputusan administratif.
"Jangan sampai anak-anak masuk jurusan tertentu hanya karena ikut-ikutan teman atau karena dorongan orang tua. Mereka harus diarahkan sesuai minat dan kemampuan masing-masing agar proses belajar menjadi lebih optimal," kata dia.
Berikutnya, dia menilai penjurusan dapat membantu siswa memperoleh pendalaman ilmu pengetahuan secara lebih terarah. Namun, mekanisme tersebut harus dirancang agar siswa dapat menempuh bidang yang sesuai dengan potensi dirinya.
Habib Syarief mengatakan sekolah perlu memiliki sistem yang mampu memetakan kemampuan dan minat peserta didik sebelum memberikan rekomendasi jurusan. Dengan demikian, pilihan jurusan tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan administratif maupun preferensi lingkungan sekitar siswa.
Berikutnya, dia juga mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan kebijakan penjurusan secara matang, termasuk dari sisi kurikulum, tenaga pendidik, serta mekanisme pemetaan siswa.
Menurut dia, Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen untuk membantu sekolah memetakan kemampuan siswa. Hasil TKA dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan rekomendasi penjurusan yang lebih tepat.
Meskipun begitu, legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat I itu menekankan hasil TKA tidak boleh menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan jurusan siswa. Minat, bakat, potensi, dan aspirasi peserta didik tetap harus diperhatikan.
"Penjurusan ini jangan sampai hanya menjadi formalitas. Tujuan utamanya adalah membantu siswa mendalami dan menguasai ilmu pengetahuan sesuai minat dan kemampuannya. Dengan begitu, mereka memiliki kesiapan yang lebih baik ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pembukaan kembali penjurusan di SMA bertujuan memperkuat pengetahuan dasar murid agar lebih siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai bidang keilmuan yang diminati.
"Yang nanti juga akan kami berlakukan mulai tahun pelajaran 2027/2028 adalah dibukanya kembali jurusan. Ini paling tidak ada jurusan yang sudah biasa dulu diselenggarakan: IPA, IPS, dan juga Bahasa," kata Mendikdasmen Mu’ti.
Ia mengatakan pihaknya saat ini tengah merancang kemungkinan modifikasi penjurusan dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan serta kesiapan murid SMA untuk memasuki jenjang pendidikan perguruan tinggi.