Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan alasan peserta Program Magang Nasional atau MagangHub dikategorikan sebagai orang yang bekerja.
Menurutnya, peserta MagangHub termasuk kategori orang bekerja karena adanya kegiatan bekerja, serta menerima gaji selama enam bulan periode magang.
"Sesuai dengan kriteria, mereka (peserta MagangHub) bekerja selama enam bulan," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Setelah periode magang selesai, Airlangga mengatakan hampir setengah peserta MagangHub kembali bekerja di perusahaan yang sama.
"Sesudah enam bulan, sebagian, 40 persen kerja di tempat yang sama dan sisanya nanti mereka mencari pekerjaan yang berbeda," ujarnya.
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan dalam penyerapan tenaga kerja sepanjang Agustus 2025-Agustus 2026, yaitu sebanyak 1,443 juta orang.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud melaporkan kenaikan ini selaras dengan pertumbuhan angkatan kerja di periode tersebut yang mencapai 155,37 juta orang atau bertambah sebesar 1,366 juta orang.
“Kemudian dari angkatan kerja tersebut sebanyak 147,99 juta orang diantaranya berstatus bekerja. Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 1,44 juta orang dibandingkan dengan Agustus 2025,” kata Edy.
Secara rinci, Edy menyampaikan bahwa pada Agustus 2026, jumlah angkatan kerja tercatat sebesar 155,37 juta orang. Dari angka tersebut, terdapat 147,99 juta orang yang berstatus bekerja dan 7,38 juta lainnya menganggur.
Dibandingkan Agustus 2025, jumlah orang yang bekerja meningkat sebesar 1,44 juta orang sedangkan jumlah pengangguran menurun sebesar 77 ribu orang.
Lebih lanjut, lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja pada Agustus 2026 yaitu pertanian (28,20 persen), perdagangan besar dan eceran (17,86 persen), dan industri (13,75 persen).
Di sisi lain, BPS juga mencatat bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah 70,33 persen, turun sebesar 0,26 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
“TPAK pada Agustus 2026 sebesar 70,33 persen atau lebih rendah jika dibandingkan kondisi Agustus tahun 2025 yang mencapai 70,59 persen,” ujar Edy.
Jika dibedakan menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki lebih tinggi daripada TPAK perempuan. TPAK laki-laki mencapai 84,16 persen, sedangkan TPAK perempuan mencapai 56,37 persen.
Sementara itu, BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 turun tipis 0,09 persen poin dibandingkan dengan Agustus tahun 2025.
"Pada bulan Agustus 2026 terdapat sebanyak 7,38 juta penganggur atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,75 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Agustus tahun 2025," ujar Edy.